Perkembangan Karya Tulis Hadis pada Kurun Kedua dan Ketiga Hijriah
Pada abad kedua dan ketiga Hijriah, ilmu hadis memasuki fase baru yang sangat penting dalam sejarah penulisan Sunnah. Jika pada masa sebelumnya hadis lebih banyak dikumpulkan secara umum dan belum terstruktur, maka pada periode ini para ulama mulai menyusun karya-karya hadis dengan metode, kategori, dan penertiban yang lebih sistematis. Inilah masa lahirnya kitab-kitab besar yang menjadi rujukan umat Islam hingga kini.
1. Kitab Muwaththa’
Muwaththa’ adalah kitab hadis yang di dalamnya terdapat hadis-hadis marfu’, atsar sahabat, perkataan tabi’in, hadis mursal, balaghāt, dan riwayat munqathi’. Kitab ini tersusun berdasarkan bab-bab fikih seperti thaharah, shalat, zakat, dan nikah. Meskipun banyak ulama menulis kitab muwaththa’, yang paling masyhur adalah:
Muwaththa’ Imam Malik
Muwaththa’ Ibnu Abi Dzib
Muwaththa’ Abdullah bin Wahb
Ucapan Imam Malik yang terkenal saat menulis Muwaththa’:
“Apa yang ditulis karena Allah, maka akan kekal.”
Dan benar—Muwaththa’-nya menjadi kitab yang terjaga hingga kini.
2. Kitab Musannaf
Musannaf adalah kitab hadis yang tidak hanya berisi hadis Nabi, tetapi juga banyak memuat atsar sahabat dan tabi’in. Kitab ini disusun berdasarkan bab fikih, sehingga menjadi rujukan untuk melihat pendapat para sahabat dan tabi’in dalam masalah hukum.
Contoh kitab musannaf paling terkenal:
Musannaf Abdur Razzaq
Musannaf Ibnu Abi Syaibah
Musannaf Baqi bin Makhlad
Kitab ini menjadi sumber penting karena memuat fatwa-fatwa ulama salaf secara langsung.
3. Kitab Musnad
Musnad disusun berdasarkan nama sahabat, bukan bab fikih. Misalnya:
Riwayat Abu Bakar disusun dalam satu bab
Riwayat Umar disatukan dalam bab berikutnya
Begitu pula sahabat-sahabat lainnya
Dalam musnad, hadis sahih, hasan, maupun dhaif dikumpulkan sekaligus—tidak diseleksi tingkat kesahihannya.
Kitab musnad terkenal:
Musnad Imam Ahmad
Musnad Abu Daud Ath-Thayalisi
Musnad Al-Bazzar
4. Kitab Jāmi’ (Jamāmi’)
Kitab Jāmi’ mencakup seluruh aspek ajaran Islam, bukan hanya hukum. Isi utamanya meliputi 8–9 bidang:
Iman
Ahkam (hukum)
Tafsir
Akhlak & adab
Sejarah & sirah
Zuhud & Raqāiq
Manaqib
Fitan & Malaḥim
Contoh kitab jami’:
Al-Jāmi’ As-Sahih karya Imam Bukhari
Al-Jāmi’ As-Sahih karya Imam Muslim
Al-Jāmi’ Al-Kabir karya Imam Tirmidzi
Walau dikenal sebagai Sunan, kitab Tirmidzi sebenarnya tergolong Jami’.
5. Kitab Sihah (Kitab Sahih)
Kitab ini khusus berisi hadis yang sahih saja. Contoh:
Shahih Bukhari
Shahih Muslim
Shahih Ibnu Khuzaimah
Shahih Ibnu Hibban
Sebagian kitab ini hilang sebagian naskahnya, seperti Shahih Ibnu Khuzaimah yang hanya tersisa sekitar seperempatnya.
6. Kitab Sunan
Berbeda dengan Jami’, kitab Sunan hanya berisi hadis-hadis hukum (ahkam), tersusun menurut bab fikih. Yang paling masyhur adalah tiga di antaranya:
Sunan Abu Daud
Sunan An-Nasai
Sunan Ibnu Majah
Karena urf ulama, Sunan Tirmidzi juga sering dimasukkan sebagai Sunan, meski secara ilmiah ia lebih tepat disebut Jami’.
7. Kitab Fawā’id
Berisi hadis-hadis gharib (langka) atau tambahan riwayat khusus yang tidak banyak ditemukan di kitab lain. Ditulis oleh para hafizh sejak generasi awal.
Contoh:
Fawāid Abu Sulaiman Ad-Darquthni
Fawāid Yahya bin Ma’in
8. Kitab Amālī / Imlā’
Yaitu kitab yang disusun dari majelis seorang ulama. Sang imam membacakan hadis atau atsar dari hafalan atau kitabnya, kemudian murid-murid menulis, menjadikannya kitab.
Contoh:
Amālī Abdur Razzaq
Amālī An-Nasā’ī
9. Kitab Ajzā’ Hadis
Kitab sangat ringkas yang berisi hadis dari seorang rawi atau satu tema kecil. Biasanya berjumlah sedikit dan kadang hanya satu jilid tipis.
10. Kitab yang Dikhususkan per Bab (Tasnif alal Abwab)
Yaitu kitab hadis yang hanya berisi satu tema, misalnya:
Kitab Zuhud (Abdullah bin Mubarak, Waki’, Ahmad bin Hanbal)
Kitab Akhlak (Ibnu Abi Dunia)
Kitab Zikir & Doa
Kitab Akidah (seperti Khalqu Af’alil Ibad karya Imam Bukhari)
11. Kutubur Rijal (Biografi Perawi Hadis)
Kitab-kitab ini memuat data para perawi: nama, guru, murid, tempat tinggal, dan kredibilitasnya. Ini sangat penting untuk mengetahui kualitas sanad.
Contoh:
Tabaqatul Kubra (Ibnu Sa’d)
At-Tarikh Al-Kabir (Imam Bukhari)
Kesimpulan
Periode ke-2 dan ke-3 Hijriah adalah masa keemasan kodifikasi hadis. Di era inilah lahir:
✅ Muwaththa’
✅ Musannaf
✅ Musnad
✅ Jami’
✅ Sunan
✅ Sihah
✅ Fawāid
✅ Ajza’
✅ Amali
✅ Kitab khusus per-bab
✅ Kutubur Rijal
Struktur ilmiah yang mereka bangun membuat ilmu hadis terjaga hingga hari ini.

