Pada pertemuan kedelapan, pembahasan masuk pada dua jenis hadis yang masih berkaitan dengan cacat sanad, yaitu:
- Hadis Mu’dhal
- Hadis Mudallas (Tadlis)
Keduanya termasuk pembahasan penting dalam ilmu musthalah hadis karena berkaitan dengan gugurnya perawi dan manipulasi dalam penyebutan sanad.
1️⃣ Hadis Mu’dhal (المعضل)
Imam Al-Baiquni menyebutkan:
وَالْمُعْضَلُ السَّاقِطُ مِنْهُ اثْنَانِ
Hadis mu’dhal adalah hadis yang gugur dari sanadnya dua perawi atau lebih secara berturut-turut.
📌 Ciri Hadis Mu’dhal
- Dua perawi hilang sekaligus
- Gugurnya berurutan (tidak terpisah)
- Bisa terjadi di awal, tengah, atau akhir sanad
Ilustrasi Sederhana
Jika sanadnya:
A → B → C → D → E → Nabi ﷺ
Lalu yang gugur B dan C secara berurutan, maka itu disebut mu’dhal.
Namun jika yang gugur B dan D (tidak berurutan), maka itu bukan mu’dhal, tetapi termasuk munqathi’ di dua tempat.
📖 Contoh
Dalam sebagian riwayat Al-Muwaththa’, Imam Malik meriwayatkan langsung dari Abu Hurairah.
Padahal antara Imam Malik dan Abu Hurairah terdapat dua perawi yang hilang secara berurutan.
Maka secara struktur sanad, itu termasuk mu’dhal.
⚖ Hukum Hadis Mu’dhal
Hadis mu’dhal termasuk hadis dhaif, karena:
- Ada dua perawi yang tidak diketahui
- Tidak bisa diteliti keadilan dan kedhabitannya
Namun jika ditemukan jalur lain yang menyambungkan sanad tersebut, maka statusnya bisa berubah.
2️⃣ Hadis Mudallas (التدليس)
Kata tadlis secara bahasa berarti:
Menyembunyikan cacat.
Dalam istilah hadis:
Menyembunyikan cacat dalam sanad agar tampak baik secara lahiriah.
✳ Macam-Macam Tadlis
Dalam kajian ini disebutkan tiga bentuk utama:
A. Tadlis Isnād (تدليس الإسناد)
Seorang perawi:
- Pernah mendengar sebagian hadis dari gurunya
- Namun meriwayatkan hadis yang belum ia dengar darinya
- Menggunakan lafaz samar seperti: “عن”
Sehingga seakan-akan ia mendengar langsung.
Ini termasuk bentuk tadlis yang tercela.
Sebagian ulama sangat keras dalam mencela pelaku tadlis isnad.
B. Tadlis Syuyukh (تدليس الشيوخ)
Perawi tidak menggugurkan gurunya, tetapi:
- Menyebut gurunya dengan nama atau julukan yang tidak dikenal
- Agar tidak diketahui identitas sebenarnya
Misalnya:
Mengganti nama guru agar tidak tampak bahwa ia perawi lemah.
Hukumnya makruh, tetapi tidak seberat tadlis isnad.
C. Tadlis Taswiyah (تدليس التسوية)
Ini bentuk yang paling berat.
Caranya:
- Ada satu perawi dhaif di antara dua perawi tsiqah
- Perawi tersebut digugurkan
- Sanad disambungkan seakan-akan langsung antara dua perawi tsiqah
Sehingga sanad terlihat kuat, padahal ada perawi lemah yang disembunyikan.
Para ulama menyebut ini sebagai bentuk tadlis yang paling buruk.
⚖ Hukum Hadis Mudallas
- Jika menggunakan lafaz jelas seperti “haddatsana” dan terbukti bertemu → bisa diterima.
- Jika menggunakan lafaz samar dan perawinya dikenal sebagai mudallis → perlu penelitian lebih lanjut.
- Tadlis taswiyah termasuk yang paling berbahaya dan tercela.
Kesimpulan Episode 8
Dalam pertemuan ini kita memahami:
- Mu’dhal → dua perawi gugur berurutan dalam sanad.
- Termasuk hadis dhaif.
- Mudallas → menyembunyikan cacat dalam sanad.
- Ada tiga jenis: Isnād, Syuyukh, dan Taswiyah.
- Taswiyah adalah bentuk paling berat dan berbahaya.
Ilmu musthalah hadis semakin memperlihatkan betapa teliti dan kritisnya para ulama dalam menjaga kemurnian riwayat Nabi ﷺ.


