Pada pertemuan keempat, pembahasan berlanjut kepada tiga istilah penting dalam ilmu musthalah hadis:
- Hadis Musnad
- Hadis Muttashil (Maushul)
- Hadis Musalsal
Ketiganya sama-sama berbicara tentang sanad, tetapi dengan fokus yang berbeda.
1️⃣ Hadis Musnad (المسند)
Imam Al-Baiquni menjelaskan bahwa hadis musnad adalah:
Hadis yang sanadnya tersambung sampai kepada Nabi ﷺ.
Secara istilah para ulama:
Hadis Musnad = Hadis yang sanadnya muttashil dan marfu’
Artinya harus memenuhi dua syarat:
- Sanadnya tersambung (مُتَّصِل)
- Disandarkan kepada Nabi ﷺ (مَرْفُوع)
Contoh
Hadis dalam Shahih Bukhari:
مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ
“Barang siapa berdusta atas namaku dengan sesuatu yang tidak aku katakan, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka.”
Sanadnya:
- Imam Bukhari
- Maki bin Ibrahim
- Yazid bin Abi Ubaid
- Salamah bin Al-Akwa’ (sahabat)
- Nabi ﷺ
Karena:
✔ Sanad tersambung
✔ Disandarkan kepada Nabi ﷺ
Maka disebut hadis musnad.
2️⃣ Hadis Muttashil (المتصل)
Hadis muttashil berarti:
Hadis yang sanadnya tersambung.
Setiap perawi:
- Hidup semasa dengan gurunya
- Bertemu
- Mengambil riwayat secara sah
Namun, muttashil tidak harus sampai Nabi ﷺ.
Ia bisa:
- Sampai Nabi → marfu’
- Sampai sahabat → mauquf
- Sampai tabi’in → maqthu’
Perbedaan Musnad & Muttashil
| Musnad | Muttashil |
|---|---|
| Harus muttashil | Harus muttashil |
| Harus marfu’ | Bisa marfu’, mauquf, atau maqthu’ |
Jadi semua musnad pasti muttashil,
tetapi tidak semua muttashil adalah musnad.
3️⃣ Hadis Musalsal (المسلسل)
Hadis musalsal adalah:
Hadis yang para perawinya memiliki pola atau sifat tertentu yang berulang dalam sanad.
Artinya ada keseragaman di setiap tingkat perawi.
Bentuk Musalsal
📌 1. Musalsal dengan Sifat Perbuatan
Misalnya:
- Setiap perawi meriwayatkan sambil berdiri
- Setiap perawi tersenyum
- Setiap perawi menggenggam tangan muridnya
Contoh: musalsal bil-mahabbah
Setiap perawi berkata kepada muridnya:
إِنِّي أُحِبُّكَ
“Aku mencintaimu.”
Lalu mengajarkan doa:
اللَّهُمَّ أَعِنِّي عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ
📌 2. Musalsal dengan Sifat Lafadz
Misalnya:
- Setiap perawi berkata “Wallahi…” sebelum meriwayatkan
- Setiap perawi mengatakan “Ini hadis pertama yang aku dengar dari guruku”
Disebut juga Musalsal bil-Awwaliyyah (hadis pertama).
📌 3. Musalsal dengan Kesamaan Nama
Misalnya seluruh perawi bernama Muhammad.
Disebut musalsal bil-muhammadiyyin.
Contohnya sampai kepada:
Imam Bukhari
yang bernama Muhammad bin Ismail.
Apakah Hadis Musalsal Selalu Shahih?
Tidak.
Hadis musalsal bisa:
- Shahih
- Hasan
- Dhaif
- Bahkan Maudhu’
Mayoritas hadis musalsal justru tidak mencapai derajat shahih.
Namun para ulama tetap meriwayatkannya untuk keberkahan sanad, selama:
- Tidak digunakan untuk hukum
- Tidak digunakan untuk aqidah
- Dan dijelaskan status kelemahannya
Kesimpulan
Dalam episode ini kita memahami:
- Musnad: sanad tersambung dan sampai Nabi ﷺ
- Muttashil: sanad tersambung (tidak harus sampai Nabi)
- Musalsal: sanad memiliki pola khusus yang berulang
Ilmu sanad menunjukkan betapa telitinya ulama menjaga kemurnian ajaran Rasulullah ﷺ.

