11.) Kajian Manzhumah Al-Baiquniyah – Penjelasan Hadis Mu’allal

Pada pertemuan ke-11, pembahasan masuk pada jenis hadis ke-24, yaitu Hadis Mu’allal (المعلل) — salah satu pembahasan paling halus dan sulit dalam ilmu musthalah hadis.


📌 Apa Itu Hadis Mu’allal?

Imam Al-Baiquni menjelaskan bahwa hadis mu’allal adalah:

Hadis yang memiliki ‘illah (cacat) yang tersembunyi dan tidak tampak secara lahir.

Cacat ini:

  • Tidak terlihat sekilas
  • Tidak diketahui oleh orang awam
  • Baru tampak setelah penelitian mendalam

Padahal secara zahir, hadis tersebut tampak:

  • Sanadnya tersambung
  • Perawinya adil
  • Perawinya dhabith
  • Tidak terlihat adanya penyelisihan

Namun setelah diteliti secara mendalam, ditemukan cacat yang merusak kesahihannya.


🔎 Apa Itu ‘Illah (العِلّة)?

Dalam ilmu hadis, ‘illah adalah:

Sebab tersembunyi yang merusak kesahihan hadis.

Mayoritas ulama mendefinisikan ‘illah sebagai cacat yang:

  • Halus
  • Tersembunyi
  • Tidak tampak pada pandangan pertama

Walaupun ada sebagian ulama yang menggunakan istilah ‘illah untuk semua bentuk cacat, baik yang jelas maupun yang tersembunyi.


📚 Mengapa Disebut Tersembunyi?

Karena cacat biasa bisa langsung terlihat, misalnya:

  • Perawi dikenal sebagai pendusta
  • Perawi fasik
  • Hafalannya buruk
  • Sanadnya jelas terputus

Itu semua bisa diketahui oleh orang yang belajar dasar-dasar ilmu hadis.

Namun pada hadis mu’allal:

  • Secara lahir tampak shahih
  • Perawinya tsiqah
  • Sanadnya tampak bersambung

Tetapi setelah dibandingkan dengan jalur-jalur lain, ditemukan penyimpangan tersembunyi.


🧠 Bagaimana Mengetahui ‘Illah?

Caranya adalah dengan:

Mengumpulkan seluruh jalur periwayatan (جمع الطرق)

Tidak cukup hanya melihat satu sanad.

Seorang ahli hadis harus:

  • Mengumpulkan semua jalur
  • Membandingkan riwayat
  • Meneliti perbedaan
  • Meneliti kemungkinan pertemuan guru dan murid
  • Meneliti penyelisihan tersembunyi

Karena itu, tidak semua ahli hadis mampu mendeteksi ‘illah. Ini adalah bidang khusus para pakar seperti Imam Bukhari dan Imam Muslim.


📌 Contoh Bentuk-Bentuk ‘Illah

Beberapa bentuk ‘illah yang disebutkan dalam kajian ini antara lain:


1️⃣ Keraguan Apakah Perawi Benar-Benar Mendengar

Secara lahir:

  • Guru dan murid hidup semasa
  • Menggunakan lafaz “عن”

Namun belum tentu terbukti mereka benar-benar bertemu dan mendengar langsung.

Ini bisa menjadi ‘illah tersembunyi.


2️⃣ Riwayat Mursal vs Maushul

Kadang:

  • Banyak perawi meriwayatkan secara mursal
  • Satu perawi meriwayatkan secara maushul

Jika yang lebih banyak meriwayatkan secara mursal, maka riwayat maushul bisa dianggap memiliki ‘illah.


3️⃣ Perbedaan Sahabat atau Tabi’in

Sebuah hadis masyhur diriwayatkan dari satu sahabat tertentu.

Namun ada satu jalur yang menyebut sahabat lain.

Perbedaan ini bisa menjadi indikasi adanya ‘illah.


4️⃣ Kesalahan Penyebutan Perawi

Hadis yang masyhur diriwayatkan dari perawi tertentu, namun satu jalur menyebutkan perawi lain.

Setelah diteliti, ternyata ada kekeliruan tersembunyi dalam penyebutan sanad.


⚖ Hukum Hadis Mu’allal

Hadis mu’allal termasuk:

Hadis mardud (tertolak)

Karena adanya cacat yang merusak kesahihannya.

Walaupun secara zahir tampak shahih, namun setelah ditemukan ‘illah, maka tidak bisa dijadikan hujjah.


🎓 Mengapa Ilmu ‘Ilal Sulit?

Karena:

  • Membutuhkan hafalan ribuan hadis
  • Menguasai perbedaan jalur periwayatan
  • Mengetahui sejarah perawi
  • Memahami pertemuan guru-murid
  • Membandingkan redaksi matan

Ini bukan bidang pemula, melainkan level pakar hadis.


📖 Nasihat dalam Belajar

Dalam penutup kajian, disampaikan pentingnya mengulang pelajaran dengan metode tiga tahap:

  1. Membaca sebelum pelajaran.
  2. Mengulang segera setelah pelajaran.
  3. Mengulang kembali di waktu lain (misalnya malam hari atau bulanan).

Pengulangan inilah yang membuat ilmu menetap.


Kesimpulan Episode 11

  • Hadis Mu’allal adalah hadis yang memiliki cacat tersembunyi.
  • Secara lahir tampak shahih.
  • Cacatnya baru tampak setelah penelitian mendalam.
  • Termasuk hadis mardud.
  • Ilmu ‘ilal adalah puncak ketelitian dalam ilmu hadis.

Ilmu musthalah hadis benar-benar menunjukkan betapa telitinya para ulama menjaga kemurnian sunnah Nabi ﷺ.

Share on Facebook
Share on Pinterest
Share on WhatsApp
Related posts
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment