Saya punya kebiasaan sendiri saat belajar Alfiyyah hadits karya Imam al-Iraqi.

Biasanya saya mulai dari yang ringan dulu—membaca syarah dari Imam as-Suyuthi. Di situ rasanya seperti dibimbing pelan-pelan, tidak terlalu berat, enak untuk membuka pemahaman.

Kalau mulai mentok, saya tidak berhenti. Saya naik sedikit, membuka penjelasan dari Abdul Karim al-Khudair. Di sini mulai terasa lebih dalam, kadang butuh fokus ekstra, tapi justru di situ letak nikmatnya belajar.

Dan kalau masih belum juga kebuka, saya lanjut ke Fathul Mughits karya Imam as-Sakhawi. Biasanya di tahap ini, yang tadinya samar mulai terang, yang rumit jadi lebih jelas.

Begitulah cara saya belajar: pelan, bertahap, tapi terus naik.

Sampai akhirnya—insyaAllah—sampai di titik: wis maftuh (sudah terbuka jelas) ☺

Share on Facebook
Share on Pinterest
Share on WhatsApp
Related posts
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment