Terakhir kali naik ke sini… tahun 2016.

Hari ini Allah izinkan kembali. Alhamdulillah, sekarang ada fasilitas mobil sampai atas (tiket 38 SAR pulang-pergi), lalu dilanjutkan mendaki sekitar 30 menit…

Tapi yang terasa justru bukan jalannya…melainkan diri ini.

Dulu, dengan berat badan 92 kg, masih bisa mendaki dari bawah sampai puncak sekitar 2,5 jam. Sekarang… BB sudah 80 kg, tapi mendaki 30 menit saja sudah ngos-ngosan.

Di titik ini saya terdiam… Nabi ﷺ mendaki Gua Tsur di usia 53 tahun. Usia yang bagi sebagian orang dianggap mulai menurun…tapi justru penuh kekuatan dan perjuangan.

Dan saya teringat perkataan seorang kawan, saat saya berkata ingin tinggal di Madinah di usia 60 tahun. Ia berkata:

“Kenapa 60 baru ‘tenang’?
Justru 60 itu usia perjuangan.”

Benar… Usia 60 bagi Nabi ﷺ bukan masa istirahat,
tapi masa puncak jihad dan dakwah:

– Perang Khaibar
– Fathu Makkah
– Hunain & Thaif
– Tabuk

Usia 60… usia keemasan dalam berjuang.

Hari ini di Gua Tsur, saya belajar:
bukan tentang kuatnya kaki mendaki…tapi tentang kuatnya tekad untuk terus berjuang.

Semoga Allah jaga sisa umur ini untuk terus bergerak… bukan berhenti.

 

Share on Facebook
Share on Pinterest
Share on WhatsApp
Related posts
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment