Hadirin yang dimuliakan Allah,
terdapat sebuah kisah tentang putera seorang penulis terkenal yang bernegosiasi pekerjaan dengan Dan Halpin. Ia ditawari gaji setengah dari yang ditawarkan pihak lain. Secara hitungan dunia, ini tampak merugikan. Namun sang ayah menasihatinya agar menerima tawaran tersebut, karena kedekatan dengan sosok yang berprinsip dan tidak mau berkompromi dengan keburukan adalah aset yang tidak ternilai oleh uang.
(Think and Grow Rich)


Rasulullah ﷺ telah mengingatkan kita dalam sebuah hadits:
الْمَرْءُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ، فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ
“Seseorang itu tergantung agama (cara hidup) teman dekatnya. Maka hendaklah salah seorang dari kalian memperhatikan dengan siapa ia berteman.”
(HR. Ahmad no.8417)
.
Hadits ini mengajarkan bahwa lingkungan dan kedekatan sangat menentukan arah hidup seseorang. Berada dekat dengan orang yang lurus prinsipnya akan membentuk keberanian, kejujuran, dan keteguhan sikap. Sebaliknya, kedekatan dengan orang yang gemar berkompromi dengan keburukan akan menyeret kita tanpa terasa.
.
Karena itu, gaji besar bukan selalu tanda keberkahan. Kadang Allah justru mendidik kita dengan pilihan yang tampak kecil di awal, tetapi besar dampaknya di akhir. Pengorbanan materi yang sedikit bisa menjadi jalan terbentuknya karakter dan terbukanya pintu-pintu kebaikan yang lebih luas.
.
Maka jangan hanya bertanya, “Berapa yang aku dapatkan?”
Tapi bertanyalah juga, “Dengan siapa aku berjalan, dan nilai apa yang sedang ditanamkan dalam diriku?”
.
Semoga Allah mengaruniakan kepada kita lingkungan yang baik, guru dan sahabat yang menuntun kepada istiqamah, serta pilihan hidup yang penuh keberkahan. Aamiin.

Share on Facebook
Share on Pinterest
Share on WhatsApp
Related posts
Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Post comment