hadits

15. Umdatul Ahkam

Materi ini membahas prinsip penting dalam menentukan prioritas amal (fiqh al-awlawiyyāt), metode memahami hadis-hadis tentang amal yang paling dicintai Allah, serta adab dan tahapan dalam menuntut ilmu syar‘i, khususnya ilmu hadis dan fikih.

Read post

14. Umdatul Ahkam

Materi ini membahas lanjutan hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang berkaitan dengan interaksi suami–istri ketika haid, batasan istimta‘, keharaman jima‘ saat haid, serta konsekuensi hukum dan sikap fikih ulama terhadap pelanggaran larangan tersebut.

Read post

13. Umdatul Ahkam

Materi ini membahas hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang memuat keutamaan khusus Nabi Muhammad ﷺ, keluasan syariat yang dibawa beliau, serta lanjutan pembahasan fikih haid, istihadhah, dan implikasinya terhadap ibadah, khususnya salat dan bersuci.

Read post

12. Umdatul Ahkam

Materi ini membahas lanjutan hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang berkaitan dengan kewajiban mandi junub, batas terjadinya jima‘ yang mewajibkan mandi, penggunaan bahasa kiasan dalam hadis, kadar air untuk bersuci, serta hukum tayamum sebagai pengganti mandi dan wudu.

Read post

11. Umdatul Ahkam

Pembahasan dimulai dengan hadis tentang kebolehan tidur dalam keadaan junub. Dijelaskan bahwa seseorang yang junub diperbolehkan tidur sebelum mandi, namun dianjurkan untuk berwudu terlebih dahulu.

Read post

10. Umdatul Ahkam

Materi ini membahas secara rinci lanjutan hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang berkaitan dengan status najis dan suci beberapa cairan tubuh, cara menghilangkan sisa najis, serta tata cara mandi junub dan adab setelah mandi, dengan penekanan pada prinsip fikih yang memudahkan dan…

Read post

9. Umdatul Ahkam

Materi ini melanjutkan pembahasan hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang berkaitan dengan fitrah manusia, kebersihan diri, adab personal, serta kesucian seorang mukmin, dengan penekanan pada praktik-praktik yang menjaga kehormatan, kesehatan, dan kesiapan seorang Muslim dalam beribadah dan bermuamalah.

Read post

8. Umdatul Ahkam

Hadis-hadis tentang mengusap khuf disebut diriwayatkan oleh jumlah sahabat yang sangat banyak, hingga mencapai derajat mutawatir secara makna. Dari sini ditegaskan kebolehan mengusap khuf baik dalam safar maupun ketika mukim, selama syarat-syaratnya terpenuhi.

Read post

7. Umdatul Ahkam

Pembahasan tidak hanya berhenti pada keutamaan siwak, tetapi juga mencakup perbedaan pendapat ulama, rincian cara penggunaannya, waktu-waktu yang dianjurkan, hingga contoh praktis dari kehidupan Nabi ﷺ menjelang wafatnya.

Read post

6. Umdatul Ahkam

Materi ini melanjutkan pembahasan hadis-hadis ‘Umdatul Ahkam yang berkaitan dengan thaharah, istinja, adab buang hajat, serta konsekuensi kelalaian dalam menjaga kebersihan, dan diakhiri dengan pembahasan hadis tentang azab kubur.

Read post