8. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
banyak ulama memiliki tulisan tangan yang buruk. Bukan karena kurang kemampuan, tetapi karena tidak ingin membuang waktu untuk memperindah tulisan. Memperindah tulisan dianggap dapat mengurangi waktu membaca, menulis, atau menghafal. Karena itu, tulisan buruk justru dihitung sebagai bentuk keberuntungan bagi…
Read postMimpilah Yang Tinggi!
Perkataan itu sangat menyentuh hati al-Māzarī. Sejak saat itu, ia bertekad belajar ilmu kedokteran hingga menjadi ahli dalam bidang itu, bahkan berfatwa di bidang fikih dan kedokteran sekaligus.
Read post7. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
Amjad az-Zahawi diketahui masih membaca kitab satu jam sebelum meninggal. Seorang ulama lain membaca kitab dengan kaca pembesar meski penglihatannya lemah, dan tetap meminta masalah ilmiah diselesaikan sebelum wafat
Read post6. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
Diceritakan tentang ulama seperti Ibnu Malik, pengarang Alfiyah, yang waktunya hampir seluruhnya diisi dengan: Salat Membaca Al-Qur’an Menulis Membaca kitab Saat hendak berekreasi bersama
Read postWangi itu Sunnah, Bukan Gaya
parfum itu bukan “gaya-gayaan”… tapi bagian dari akhlak, etika sosial, adab menghadiri ibadah, adab rumah tangga, dan sunnah para ulama. Nabi saja yang tubuhnya sudah wangi, masih menambah wanginya.
Read post5. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
pemanfaatan waktu oleh para ulama, terutama dalam kondisi lelah, sakit, usia lanjut, bahkan di tempat yang biasanya dianggap tidak layak untuk aktivitas ilmiah. Fokus utamanya adalah bagaimana setiap detik diubah menjadi ruang produktif untuk ilmu dan ibadah.
Read post4. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
kesungguhan para ulama dalam menjaga waktu, terutama dalam aktivitas membaca, menulis, dan mengambil faedah ilmu, bahkan dalam kondisi sakit, letih, atau menjelang wafat.
Read postAdab Murid Dalam Mengoreksi Kesalahan Guru
Para ulama salaf telah membahas bagaimana cara seorang murid memperbaiki kesalahan gurunya dengan adab yang benar. Di antara ulama tersebut adalah Ibnu Jama’ah rahimahullah dalam kitabnya Tazkirotussami
Read postKitab Al-Idhoh & Perjalanan Haji
Dalam Al-Idhoh, Imam Nawawi menganjurkan ketika tinggal di Makkah, perbanyaklah shalat di Masjidil Haram, dan bisa melihat Ka'bah.
Read post3. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
keteladanan para ulama dalam manajemen waktu, terutama pada malam hari. Mereka memaksimalkan malam untuk ilmu, ibadah, dan tugas umat, membagi waktu secara disiplin dan konsisten.
Read post2. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
bagaimana para ulama, baik salaf maupun khalaf, memiliki kesungguhan luar biasa dalam memanfaatkan waktu dan mengisinya dengan amal. Mereka tidak menunda pekerjaan yang bisa dilakukan hari ini sampai besok, karena penundaan akan menumpuk tugas dan merugikan diri sendiri.
Read post1. Kitab Qīmatuz Zamān – Berharganya waktu disisi para ulama
Qīmatuz Zamān menjelaskan betapa besar nikmat waktu yang Allah berikan kepada manusia. Waktu menjadi medan kehidupan, penggerak seluruh aktivitas, serta penentu kebahagiaan dan kesusahan. Tidak ada sesuatu yang nilainya menyamai waktu, karena waktu tidak memiliki pengganti; ketika berlalu, ia tidak…
Read post




