Kitab Al-Idhoh karya Imam Nawawi adalah kitab pertama tentang haji yang saya baca — sebelum dan ketika berhaji.
Tahun pertama di KSA, guru saya menitip untuk dibelikan Al-Idhoh agar dibawa pulang ke Indonesia, tahun 2007.
Setelah saya baca, ternyata isinya luar biasa. Sejak itu, saya jadikan kitab ini sebagai bacaan wajib / rujukan dalam bimbingan manasik dan haji.
Sekarang kitab itu sudah saya ringkas sendiri — agar lebih mudah dicerna oleh jamaah, tapi tetap menjaga ruh dan kedalaman ilmunya, walaupun sebenarnya ingin lebih ringkas lagi.
Dalam Al-Idhoh, Imam Nawawi menganjurkan ketika tinggal di Makkah, perbanyaklah shalat di Masjidil Haram, dan bisa melihat Ka’bah.
Sebagian jamaah memilih di mathaf, sebagian lagi di lantai dua — asal masih bisa menatap rumah Allah walau hanya sebagian kecil. ![]()
Dari kitab klasik ke panduan praktis — agar setiap langkah haji lebih paham, lebih bermakna





