Kita lihat tafsir Imam al-Baghowi mengenai Haji Akbar (QS. at-Taubah ayat 3)
واختلفوا في يوم الحج الأكبر: روى عكرمة عن ابن عباس: أنه يوم عرفة، ورُوي ذلك عن عمر بن الخطاب وابن الزبير. وهو
قول عطاء وطاووس ومجاهد وسعيد بن المسيب.
Dan mereka (para ulama) berselisih pendapat tentang hari Al-Hajj Al-Akbar:
- Diriwayatkan dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas bahwa itu adalah hari Arafah. Pendapat ini juga diriwayatkan dari Umar bin Al-Khattab, Ibnu Az-Zubair, dan merupakan pendapat ‘Atha’, Thawus, Mujahid, dan Sa’id bin Al-Musayyib.
وقال جماعة: هو يوم النحر. رُوي عن يحيى بن الجزار قال: خرج علي رضي الله عنه يوم النحر على بغلة بيضاء، يريد الجبانة، فجاءه رجل وأخذ بلجام دابته وسأله عن يوم الحج الأكبر؟ فقال: يومك هذا، خَلِّ سبيلها. ويُروى ذلك عن عبدالله بن أبي أوفى والمغيرة بن شعبة. وهو قول الشعبي والنخعي وسعيد بن جبير والسدي.
- Sebagian ulama berpendapat bahwa itu adalah hari Nahr (hari penyembelihan, 10 Dzulhijjah). Diriwayatkan dari Yahya bin Al-Jazzar bahwa Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu keluar pada hari Nahr dengan menunggang bagal putih menuju Al-Jabbanah, lalu seorang lelaki datang memegang tali kekang hewan tunggangannya dan bertanya kepadanya tentang hari Al-Hajj Al-Akbar. Maka Ali menjawab: “Hari ini! Lepaskan tali kekangnya.” Pendapat ini juga diriwayatkan dari Abdullah bin Abi Aufa dan Al-Mughirah bin Syu’bah, serta merupakan pendapat Asy-Sya’bi, An-Nakha’i, Sa’id bin Jubair, dan As-Suddi.
وروى ابن جريج عن مجاهد: يوم الحج الأكبر حين الحج أيام منى كلها، وكان سفيان الثوري يقول: يوم الحج الأكبر أيام منى كلها، مثل: يوم صفين ويوم الجمل ويوم بُعاث، يُراد به: الحين والزمان، لأن هذه الحروب دامت أياماً كثيرةً.
- Diriwayatkan dari Ibnu Juraij, dari Mujahid bahwa hari Al-Hajj Al-Akbar adalah seluruh hari-hari Mina (hari Tasyriq). Sufyan Ats-Tsauri juga berkata: “Hari Al-Hajj Al-Akbar adalah seluruh hari Mina, seperti istilah ‘Hari Shiffin’, ‘Hari Al-Jamal’, atau ‘Hari Bu’ats’—yang dimaksud adalah waktu dan masa, karena peperangan-peperangan itu berlangsung selama beberapa hari.”
وقال عبدالله بن الحارث بن نوفل: يوم الحج الأكبر الذي حج فيه رسول الله صلى الله عليه وسلم. وهو قول ابن سيرين، لأنه اجتمع فيه حج المسلمين وعيد اليهود والنصارى والمشركين، ولم يجتمع قبله ولا بعده.
- Abdullah bin Al-Harits bin Naufal berkata bahwa hari Al-Hajj Al-Akbar adalah hari ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menunaikan haji (Haji Wada’). Ini juga pendapat Ibnu Sirin, karena pada hari itu berkumpul hajinya kaum Muslimin, hari raya Yahudi, Nasrani, dan kaum musyrikin—hal yang tidak pernah terjadi sebelumnya maupun sesudahnya.
واختلفوا في الحج الأكبر: فقال مجاهد: الحج الأكبر: القِران، والحج الأصغر: إفراد الحج.
Dan mereka (para ulama) berselisih pendapat tentang “Al-Hajj Al-Akbar” (Haji Akbar):
- Mujahid berkata:
- “Al-Hajj Al-Akbar” adalah haji qiran (menggabungkan haji dan umrah dalam satu niat).
- “Al-Hajj Al-Asghar” (Haji Kecil) adalah haji ifrad (melaksanakan haji saja tanpa umrah).
وقال الزهري والشعبي وعطاء: الحج الأكبر: الحج، والحج الأصغر: العمرة؛ قيل لها الأصغر لنقصان أعمالها.
- Az-Zuhri, Asy-Sya’bi, dan ‘Atha’ berkata:
- “Al-Hajj Al-Akbar” adalah haji (secara mutlak).
- “Al-Hajj Al-Asghar” adalah umrah—disebut “kecil” karena amalannya lebih sedikit dibanding haji.
Haji Akbar bisa berarti:
- Hari Arafah (9 Dzulhijjah)
- Hari Nahr (10 Dzulhijjah)
- Hari Tasryriq (11,12,13 Dzulhijjah)
- Hari Hajinya Rasulullah (sudah berlalu)
- Haji Qiron
- Haji secara muthlaq
Yang berangkat haji tahun ini, in sya Alloh mendapatkan itu semua kecuali Haji Qiron, karena mayoritas jamaah dari Indonesia melaksanakan haji Tamattu’.
.
Alhamdulillah al faqir pernah melaksanakan haji ifrad, haji Qiran dan Haji Tamattu’.
.
Semoga kita semua dimudahkan untuk berhaji dalam kehidupan kita





